Baner

Sambas

Diisi oleh Aang dan Aan ( Alfa)
Budaya Antar Ajong Masyarakat Tanah Hitam Paloh

Mengemas Ritual Kebudayaan Menjadi Ajang Promosi Wisata

Kabupaten Sambas bukan hanya memiliki panorama alam yang menarik, namun kawasan yang berada paling utara Kalbar dengan penduduk mayoritas Melayu ini, juga memiliki sejumlah kebudayaan yang cukup menarik. Terutama bagi mereka yang menyenangi wisaya budaya. Salah satunya adalah Antar Ajong, yang dihelat di Paloh, yaitu di Tanah Hitam.

Selanjutnya...

Diisi oleh Aang dan Aan ( Alfa)
INDAH: Pasir putih yang landai dan pohon pinus yang tinggi menjulang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Selimpai, Paloh.

* Indahnya Hamparan Pantai Selimpai, Enaknya Telur Penyu Rebus Pinusnya berjejer rapi. Kesan hijau semakin terasa oleh rumput yang menghampar setinggi mata kaki di lahan berpasir. Meski mentari persis di atas kepala, suasananya tetap sejuk. Sesekali ombak terdengar memecah pantai dan berpadu dengan kicauan burung yang bersahutan, menambah kedamaian suasana.

Selanjutnya...









* Pantai Putri Serayi

Keindahan Bebatuan Gunung dan Hamparan Pasir Putih 
PANTAI Putri Serayi termasuk salah satu objek wisata di Kabupaten Sambas. Terletak dipesisir Laut China Selatan, wisata yang terletak di Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan dengan luas 56 ha ini memiliki pantai berpasir putih menghampar sepanjang 3 kilometer.

Selanjutnya...

Sambas Regency Highlights

 

Sambas Regency, located in the north, is filled with fascinating towns and local traditions. This is an area abundant in cultural heritage and friendly people. It also boasts one of West Kalimantan’s best-kept secrets: a golden sandy beach.

 

Sambas’ most important historical inheritances include the ALWATZHIQOEBILLAH PALACE and the JAMI’ Mosque, located on the bank of the Sambas River. The Royal Palace holds an annual ceremony of July 15th to celebrate the Pangeran Ratu (prince) and The Boat Races Festival ( Sampan Bedar ) in the river of Sambas.

Selanjutnya...

Lomba Sumpit
 Sambas Juara Beregu
LOMBA Sumpit dalam rangka memeriahkan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa, Sabtu (14/11) pagi digelar di Rumah Betang, Jalan Letjen Sutoyo. Puluhan peserta mendaftar dalam lomba sumpit yang digelar dua tahun sekali ini. Sedikitnya terdapat 54 peserta putra dan 43 peserta putri, dan 36 orang peserta beregu dari 12 utusan Kabupaten/Kota se-Kalbar.
Perserta terdiri dari perorangan putra dan putri serta beregu. untuk beregu teridi dari tiga orang, dan hanya 12 Kabupaten/Kota yang ikut. Sedangkan Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Pontianak tidak ikut.  Sajim, wakil koordinator lomba menjelaskan, peralatan sumpit dan anak sumpit disediakan masing-masing peserta. Anak sumpit yang digunakan untuk lomba terbuat dari kayu atau bambu dengan panjang 15 – 25 cm, dan tidak diperkenankan memakai bahan logam. 

Selanjutnya...