Baner

Mempawah

Aset Wisata Budaya Mempawah

 

Perahu bermuatan pangeran ratu melaju tenang diatas permukaan air Sungai Mempawah. Perahu lancang kuning yang tersohor itu bertolak dari Keraton Amantubillah. Setibanya di muara, seorang punggawa keraton mengumandangkan azan. Selepas itu, putra mahkota dan punggawanya membuang sesajain ke laut sebagai talak bala. Begitulah inti kegiatan robok-robok yang berlangsung di Kuala Mempawah, pertengahan Maret lalu. Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong memadati lapangan di tepi Sungai Mempawah, sekitar 200 meter dari muara. Menjelang siang pengunjung yang datang semakin membludak. Bukan cuma warga Kuala Mempawah, tapi juga hanyak yang datang dari berbagai kampung di Kabupaten Pontianak. Bahkan tak sedikit warga Kota Pontianak yang sengaja datang dengan menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam.

Selanjutnya...










     ODTW Budaya :Ø   Makam Opu Daeng Manambon.

Luas  : 8,2 ha Terdiri

           3,5 ha Fasilitas Penunjang

           4,7 ha Kawasan Agro

Jarak yang ditempuh dari Kabupaten Pontianak : 18 km dari Ibu Kota Propinsi : 83 km.

Opu Daeng Manambon merupakan Raja mempawah pertama yang bergelar

Pangeran Mas Surya Negara. Ada cerita menarik yang ada disekitar Makam tersebut ; jumlah anak tangga yang menuju ke atas (ke makam) selalu berubah ubah, dan setiap orang yang menghitung jumlahnya tidak akan pernah sama dengan orang lain

Dusun Malikian yang sekarang ini disebut Desa Malikian di wilayah Kecamatan Mempawah Hilir merupakan pemekaran dari Desa Sengkubang. Di desa inilah, lahirnya sebuah kesenian tradisional Mendu, yakni suatu jenis teater tradisional yang masuk ke Indonesia melalui Pulau Penang, yang diilhami oleh Wayang Farsi dengan memakai bahasa India (Luckman Sinar). Ada juga pendapat merigatakan nama Mendu berasal dari perkataan main Hindu, yakni kesenian tradisional yang bernafaskan Hindu.

Selanjutnya...