Baner

Danau Lait dan Danau Subah

Ada dua danau yang unik di Kabupaten Sanggau, yakni Danau Lait (400 ha) dan Danau Subah (800 ha). Kedua danau ini terletak di Kecamatan Tayan Hilir, berjarak 134 kilometer dari Sanggau. Ditengah objek Danau Lait terdapat 5 buah pulau sehingga menambah keindahan alam danau ini. Kedua objek ini dapat dijadikan objek berperahu, kemping dan memancing.**

Miniatur dan Anyaman

Dengan memanfaatkan potensi alam yang ada, berbekal keterampilan yang diperoleh turun temurun, sebagai penduduk asli Kabupaten Sanggau telah dapat membuat barang-barang kerajinan tangan berupa Anyam-anyaman bambu, rotan dan akar keladi air, miniatur rumah adat, patung-patung dan aksesoris manik-manik.**

Arum Jeram Suruh Tembawang

ARUM jeram merupakan salah satu olahraga yang dilakukan bagi mereka yang punya nyali. Kabupaten Sanggau memiliki lokasi arum jeram yang terdapat di Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, kurang lebih 115 kilometer dari Kota Sanggau.

Arum Jeram Suruh Tembawang memiliki 20 riam (kesulitan) yang terjal dengan waktu tempuh dari Entikong ke Suruh Tembawang 5 sampai 12 jam tergantung kondisi air. Serta memiliki tikungan sungai yang tajam serta sempit.**

Keraton Surya Negara

JAUH sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan beberapa wilayah di nusantara ini terpisah dalam beberapa daerah kerajaan. Hal tersebut juga berlaku di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Sanggau.

Sebagai ibukota, Sanggau pernah dipimpin seorang raja. Meski statusnya tersebut dicabut beberapa saat usai proklamasi, namun berbagai peninggalan sejarah bernuansa kerajaan membuktikan bahwa daerah ini memang pernah menjadi sebuah kerajaan yang berjuluk Kerajaan Surya Negara.

Bukti otentik Kerajaan Surya Negara terlihat dengan adanya Komplek Istana Kerajaan atau yang dikenal dengan Istilah Komplek Kraton Surya Negara Sanggau.

Komplek kraton tersebut terletak di daerah Muara Kantu’, Kelurahan Tanjung Sekayam, Sanggau Kapuas.

Bukti lain juga terlihat dengan adanya Komplek Makam Raja yang terletak di depan Komplek Masjid Agung, Jalan Putri Chandramidi Sanggau Kapuas.

Pada pertengahan tahun 1812, Gusti Muhammad Ali I dinobatkan sebagai raja. Ia mengantikan raja sebelumnya yakni Panembahan Abang Usman Paku Negara, sementara Mangkubumi Dijabat Abang Ayyub (Sultan Ayyub Paku Negara).

Selama menjabat sebagai raja nama Gusti Muhammad Ali I dikenal dengan sebutan Sultan Gusti Muhammad Ali Surya Negara. Kondisi ini membawa konsekuensi dengan berubahnya nama kerajaan dari Kerajaan Paku Negara ke Kerajaan Surya Negara.

Sultan Gusti Muhammad Ali I Surya Negara menjabat sebagai raja selama 11 tahun (1812-1823 M). Ia selalu berbagi kewenangan ke pemerintah bersama Mangkubuminya. Abang Ayyub, keduanya dikenal sebagai pemimpin yang memiliki kebijakan yang sangat berpihak kepada rakyat.(kutipan dari abu syukri/budpar sanggau)