Baner

Ritual adat naik Dango, merupakan acara tahunan yang dilaksanakan masyarakat Dayak Kanayatn. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, khususnya limpahan rezeki padi yang sudah mereka usahakan sejak setahun terakhir.

Selanjutnya...

Ritual adat naik Dango, merupakan acara tahunan yang dilaksanakan masyarakat Dayak Kanayatn. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan, khususnya limpahan rezeki padi yang sudah mereka usahakan sejak setahun terakhir.

Selanjutnya...

Kombinasi wisata alam, sejarah, bahari, dan budaya menjadikan Kayong Utara tampil berbeda dalam menarik wisatawan mendukung pariwisata Kalbar. Keramahan masyarakat sebagai bagian budaya timur menjadi penentu kesuksesan sebagai bagian budaya timur menjadi penentu kesuksesan pengembangan wisata. Pergeseran konsep wisata dunia yang kembali pada alam (back to nature) akan ditemukan di Kayong Utara.

Banyak alam yang indah di negeri ini. Tapi hanya beberapa bagian dari keindahan itu yang mampu menjadi daya magnet wisatawan dunia. Keanekaragaman budaya yang lestari, bahari, alam yang sehat, keramahan masyarakat, serta sarana informasi yang mendukung menjadi salah satu kunci suksesnya mendorong wisata dunia.

Didukung dengan beragam situs sejarah dari prasejarah, sisa kolonial Portugis, Inggris, Belanda, Jepang serta sisa masa kerajaan yang ada, menjadikan Kayong Utara mempunyai daya tarik tersendiri di mata wisatawan mancanegara. Apalagi, binatang langka yang dilindungi yakni orangutan, menjadi ciri khas dari kelengkapan Taman Nasional Gunung Palung. TNGP ini juga menjadi buah bibir dunia dengan sejuta misteri kelengkapannya flora dan faunanya, dibalik kemampuan menyediakan oksigen yang setara untuk 50 kota sebesar New York.

Keindahan alam dan keanekaragaman budaya, dengan latar belakang Taman Nasional Gunung Palong serta hamparan sawah yang menyejukkan mata dapat anda temukan di Kecamatan Sukadana, persisnya saat anda mengunjungi Desa Sedahan. Masyarakat yang berprofesi sebagai petani di desa ini memanfaatkan saluran irigasi dri air gunung. di desa Sedahan Jaya dan sekitarnya, anda tak hanya menemukan situs cagar budaya, maupun prasejarah. keharmonisan masyarakat setempat berssama masuknya budaya Bali dan Jawa, menjadi satu catatan penting.

Masyarakat Kayong Utara asli pada umumnya adalah Melayu. Tetapi, suku bangsa Madura, Bugis, Jawa dan Bali hidup berdampingan dengan harmonis. Budaya mereka juga berkembang. Salah satunya warga transmigrasi asal Bali. Saat anda mengunjungi Desa Sedahan dan sekitarnya ini, tanpa sadar anda melihat miniatur pulau Dewata di Kayong Utara. Masyarakat Bali yang umumnya hidup sebagai petani, sehari-hari juga menjalankan ritual keyakinan yang mereka anut. sejumlah pura umat Hindu dapat anda lihat secara dekat. Mereka menjalankan keyakinan menyesuaikan dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat.

Melihat dari dekat bagaimana aktivitas masyarakat Sedahan, pengunjung bisa bertanya dengan warga. Pertanyaan anda akan dijawab dengan ramah, tanpa curiga. Hamparan persawahan dan tanaman buah-buahan yang mengelilingi pedesaan ini menjadikan sebuah gambaran kearifan lokal masyarakat memperlakukan alam.

Pemandangan gunung yang menjulang tinggi dengan pohon-pohon besar merupakan penyedia air untuk persawahan. dari sawah inilah, masyarkat setempat hidup dan menjadi penyedia pangan bagi pesisir Selatan Kalbar.

Tak hanya melihat dari dekat aktivitas masyarakat asli Sukadana dan Transmigrasi asal Bali, lengkap dengan tempat-tempat  peribadatan mereka. Pada desa berdekatan, warga transmigrasi Jawa juga tinggal dengan aktivitas sebagai petani. Keanekaragaman budaya ini menjadi salah satu ciri khas bagi pengembangan wisata di Bali. Jika anda sudah mengunjungi ujung desa ini. Di ujung jalan, anda akan menemukan sebuah proyek irigasi yang disebut dengan Dam Begasing. Proyek irigasi ini dibangun pada era Orde Baru. Sebagian masih dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mengairi persawahannya. Tampungan air di "Dam Begasing" ini merupakan aliran dari pengunungan di TNGP. Tak jauh dari lokasi ini, terdapat camp penelitian Cabang Panti. Pada perhatian mereka meneliti flora dan fauna Taman Nasional Gunung Palung, mereka itu ada juga dari Harvard Universitiy dan lain-lain.

Untuk mencapai Desa Sedahan dan sekitarnya, dari Sukadana hanya sekitar 7 km. Lokasinya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat. Sekali anda mengunjungi wisata Kayong Utara, kenangan indah tak akan terlupakan.



 

SANGGAU

 

A

ir  terjun Pancur Aji berjarak sekitar 6 km dari kota Sanggau atau kurang lebih 3 km dari jalan raya menuju Pontianak di sebelah barat kota Sanggau dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit berkendara. Untuk menuju kaawasan Wisata Pancur Aji di simpang jalan terpasang papan petunjuk lokasi tersebut. Jalan menuju kawasan ini cukup menantang dan berbukit-bukit. Tiket masuk adalah Rp 2.500,00 untuk orang dewasa dan Rp 1.500,00 untuk anak-anak. Sedangkan tiket parkir adalah Rp 2.500,00 untuk roda dua, dan Rp 5.000,00 untuk kendaraan roda empat.

 

 

 

 

Selanjutnya...

Museum Provinsi

MUSEUM Provinsi adalah sebuah bangunan indah berdekorasi modern dengan ornament ciri khas Kalimantan Barat.

Wisatawan dapat melihat kebudayaan asli Kalimantan Barat melalui beberapa peninggalan bersejarah yang tersimpan dengan baik. Di bagian depan museum, terdapat sebuah relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan kemerdekaan dari Suku Dayak dan Melayu.

Bandara Internasional Supadio

Ada beberapa jenis transportasi umum yang dapat anda gunakan untuk menuju ke bandara Supadio, salah satunya Taksi. Dengan menggunakan taksi, waktu yang diperlukan untuk menuju ke bandara lebih cepat, dengan biaya ± Rp. 70.000,-

Beberapa fasilitas dan sarana umum yang terdapat di Bandara Supadio adalah: ATM - Wartel - Mini market - Restoran dan Café - Bank - Shopping Arcade - Lounge. Kami Tunggu kedatangan anda :-).